ASAHAN-(19/09), tanggal 18 September 2018 Pukul 09.00 Wib telah dilaksanakan kegiatan Penyuluhan/Penerangan Hukum “Stop Kekerasan Terhadap Perempuan dan Anak”, di Aula Dinas Pengendalian Penduduk, Keluarga Berencana, Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Kabupaten Asahan. Sebagai narasumber dalam kegiatan tersebut adalah Jaksa Fungsional Bidang Intelijen Kejaksaan Negeri Asahan dan Kepala Unit Perlindungan Perempuan dan Anak Polres Asahan.
Acara dihadiri langsung oleh Kepala Dinas Pengendalian Penduduk, Keluarga Berencana serta Kader Keluarga Berencana se-Kabupaten Asahan sebanyak lebih kurang 50 (lima puluh) orang dan dalam kesempatan tersebut Kepala Seksi Intelijen Kejaksaan Negeri Asahan menyampaikan bahwa kegiatan Penyuluhan / Penerangan Hukum ini adalah Program Kerja Kejaksaan yang telah dilakukan dibeberapa daerah dan OPD di Kabupaten Asahan dengan maksud untuk menambah wawasan hukum kepada masyarakat khususnnya Kabupaten Asahan.
Dalam pemaparannya, T. Fitri Hanifa, SH (Jaksa Fungsional Bidang Intelijen Kejaksaan Negeri Asahan) menyampaikan bahwa setiap warga negara berhak mendapatkan rasa aman dan bebas dari segala bentuk kekerasan sesuai dengan falsafah Pancasila dan Undang-undang Dasar Negara Republik Indonesia tahun 1945 dan segala bentuk kekerasan, terutama kekerasan dalam rumah tangga, merupakan pelanggaran hak asasi manusia dan kejahatan terhadap martabat kemanusiaan serta bentuk diskriminasi yang harus dihapus. Dan sesuai dengan Pasal 1 UU No. 23/2004 tentang Penghapusan Kekerasan Dalam Rumah Tangga (PKDRT), Kekerasan dalam Rumah Tangga adalah setiap perbuatan terhadap seseorang terutama perempuan, yang berakibat timbulnya kesengsaraan atau penderitaan secara fisik, seksual, psikologis, dan/atau penelantaran rumah tangga termasuk ancaman untuk melakukan perbuatan pemaksaan, atau perampasan kemerdekaan secara melawan hukum dalam lingkup rumah tangga.Penghapusan Kekerasan dalam Rumah Tangga adalah jaminan yang diberikan oleh negara untuk mencegah terjadinya kekerasan dalam rumah tangga, menindak pelaku dalam rumah tangga, dan melindungi korban kekerasan dalam rumah tangga.
Kegiatan Penyuluhan/Penerangan Hukum “Stop Kekerasan terhadap Perempuan dan Anak”, tersebut berjalan baik, hal ini dapat dilihat dari antusias para peserta dalam mengikuti kegiatan terutama dalam sesi Tanya jawab. Beberapa peserta juga menyampaikan harapan agar kegiatan serupa dilaksanakan kembali dimasa yang akan datang.