Pada hari Rabu tanggal 7 Februari  2018 sekira pukul 15.30 Wib telah dilakukan penyerahan tersangka dan barang bukti dalam perkara atas nama tersangka Ainul Kamal Arifin nasution Als Rifin bin Fajar Nasution, tersangka  Nanda Syahputra Sitorus bin Syahrana Sitorus dan tersangka Hendrik Susanto melanggar pasal 102 huruf (b) dan/atau pasal 104 huruf (a)  Undang-Undang Nomor 10 Tahun 1995 tentang Kepabeanan  yang telah diubah dengan Undang-Undang Nomor 17 Tahun 2006. Penetapan inul Kamal Arifin nasution Als Rifin bin Fajar Nasution, Nanda Syahputra Sitorus bin Syahrana Sitorus dan Hendrik Susanto sebagai tersangka dilakukan oleh Penyidik dari Bea dan Cukai Tanjung Balai Asahan
Tindak pidana kepabeanan yang dilakukan para tersangka di bidang impor dengan cara menggunakan KM Usaha Nelayan GT.5 Nomor 2013/Phb/S7 yang ditegah disekitar Perairan Kuala Bagan Asahan Provinsi Sumatera Utara Indonesia tepatnya pada posisi kordinat 03°00’49” LU dan 099°51’45” BT, para tersangka membongkar barang impor berupa ballpres pakaian bekas sebanyak 54 (lima puluh empat) ball diluar kawasan pabean atau tempat lain  tanpa izin Kepala kantor Pabean dan/atau mengangkut barang yang berasal dari tindak pidana.
Penyerahan para tersangka dan barang bukti (tahap II) diterima oleh Jaksa Penuntut Umum Roi Baringin Tambunan, SH selaku Jaksa yang ditunjuk oleh Kepala Kejaksaan Negeri Asahan untuk penyelesaian perkara tindak pidana, setelah dilakukan penyerahan para tersangka dan barang bukti, selanjutnya para tersangka dititipkan ke LP Labuhan Ruku untuk menjalani masa penahanan.