Photo Tersangka, Nasrun Achdar SE

Kejaksaan Negeri (Kejari) Kisaran menahan rekanan dari PT. Cahaya Anak Bangsa, Nasrun Achdar SE, tadi malam (16/1). Nasrun ditahan setelah diperiksa selama tujuh jam sebagai tersangka kasus dugaan korupsi pengadaan alat-alat kesehatan (Alkes) di Dinas Kesehatan Kabupaten Asahan, yang dananya bersumber dari APBN P TA 2012.

Informasi dihimpun, Nasrun sempat tidak memenuhi dua kali surat panggilan yang dilayangkan Kejari Kisaran. Di panggilan ketiga, kemarin, Nasrun datang dan langsung menjalani pemeriksaan selama sekitar tujuh jam. Usai deperiksa, sekitar pukul 20.00 WIB, Kejari memutuskan menahan Nasrun, dan menitipkannya di Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Labuhan Ruku.

“Tersangka sempat tidak memenuhi dua panggilan yang kita layangkan. Begitu yang bersangkutan datang memenuhi panggilan, kami langsung melakukan pemeriksaan secara maraton selama tujuh jam, dan menahan tersangka,” terang Kepala Kejaksaan Negeri (Kajari) Kisaran M Rawi melalui Kasi Pidsus Hendro Wasisto, sebelum mengantar Nasrun ke Lapas Labuhan Ruku.

Nasrun saat digiring jaksa, berjalan sambil menundukkan kepala menuju mobil yang telah disiapkan. Sebelum masuk ke mobil, ia sempat menghampiri dua rekannya, yang sejak siang ikut hadir di kantor Kejari Kisaran. Namun Nasrun enggan berkomentar ketika dicoba diwawancara.

Pengacara prodeo yang ditunjuk Kejari Kisaran untuk mendampingi Nasrun, Darwin Lubis SH ketika diwawancara mengaku baru kemarin ia melakukan pendampingan terhadap tersangka.
“Saya baru kali ini mendampingi tersangka. Pasalnya tersangka juga baru kali ini menjalani pemeriksaan. Oleh karenanya, saya belum bisa berkomentar,” kata Darwin.

Kejari Kisaran sudah beberapa lama menangani kasus dugaan korupsi pengadaan alkes  Dinas Kesehatan Asahan Tahun Anggaran 2012 yang bersumber dari dana APBN P senilai Rp6.911.379.000. Hal itu  disampaikan Kajari Kisaran M Rawi SH MH, Minggu (8/12) lalu di sela-sela persiapan peringatan Hari Anti Korupsi Sedunia.

“Penanganan kasus dugaan korupsi alkes yang bersumber dari dana APBN P TA 2012 di Dinas Kesehatan Asahan sudah mengalami perkembangan yang pesat. Satu orang sudah ditetapkan sebagai tersangka. Kami sudah memeriksa 12 saksi, termasuk kuasa pengguna anggaran (Kadis Kesehatan Asahan, red),” ungkap Kajari Kisaran M Rawi, SH, MH.

Satu orang yang sudah ditetapkan sebagai tersangka yaitu Nasrun Achdar SE yang merupakan rekanan dari PT Cahaya Anak Bangsa.

Di tempat yang sama, Kepala Seksi Pidana Khusus (Kasis Pidsus) Kejari Kisaran Hendro Wasisto membenarkan pihaknya sudah menetapkan satu orang tersangka dan memeriksa 12 saksi, termasuk kuasa pengguna anggaran dalam hal ini Kepala Dinas Kesehatan Asahan dr Herwanto SpB.

Ke 12 saksi yang sudah diperiksa antara lain Panitia Pembuat Komitmet (PPK), Pemeriksa Barang, Penguji SPM, Bendahara Pengeluaran, dan Kuasa Pengguna Anggaran. Pemeriksaan terhadap Kuasa Pengguna Anggaran yakni Kepala Dinas Kesehatan Asahan dr Herwanto SpB berlangsung Jumat ( 6/12). Pemeriksaan dimulai sekitar pukul 10.00 WIB dan berakhir pukul 17.30 WIB, dipotong waktu istirahat.

Dugaan korupsi ini muncul karena ada keterlambatan masuknya sebagian barang alkes. Sesuai perjanjian, seluruh barang sudah harus masuk Desember 2012. Namun pada pelaksanaannya, ada barang yang masuk di Februari 2013.

“Ironisnya, pihak pengguna anggaran tetap mengeluarkan keterangan 100 persen,” tegas Kasi Pidsus Hendro,SH sembari menuturkan hal ini menjadi awal terjadinya dugaan tindak pidana korupsi. Sebab seharusnya dalam kondisi tersebut ada adendum dan pihak rekanan dikenakan denda.