Asahan.(10/06) Kajari Asahan diwakili Kasi Intelijen Kejaksaan Negeri Asahan menghadiri rapat terkait rencana pemulangan Pekerja Migran Indonesia (PMI) warga Kabupaten Asahan dari Malaysia di aula Bupati Asahan. Dalam rapat tersebut dihadiri oleh, Bupati Asahan, Walikota Tanjung Balai, Kapolres Asahan, Dandim 0208 Asahan, Danlanal Tanjung Balai Asahan, KSOP Tanjung Balai Asahan, KKP Tanjung Balai Asahan, Imigrasi Tanjung Balai Asahan, Sekda Kabupaten Asahan, Asisten dan kepala OPD dilingkungan Kabupaten Asahan dan Pemko Tanjung Balai
Pemulangan Pekerja Migran Indonesia (PMI) warga Kabupaten Asahan dari Malaysia berdasarkan ketentuan Undang-Undang No. 18 Tahun 2017 tentang Perlindungan Pekerja Migran pada pasal 41 huruf ā€œdā€ bahwa Pemerintah Daerah Kabupaten/Kota memiliki tugas dan tanggung jawab mengurus Kepulangan Pekerja Migran Indonesia dalam hal terjadi Peperangan, Bencana Alam, Waba Penyakit, Deportasi dan Pekerja Migran Indonesia bermasalah sesuai dengan kewenangannya.
Pemantauan Warga Asing dan WNI yang berasal dari daerah/wilayah terpapar Pandemi Covid 19 yang masuk ke wilayah Kabupaten Asahan, Tenaga Kerja Indonesia Legal sebanyak 111 orag dan Tenaga Kerja Indonesia Ilegal sebanyak 464 orang, dan adanya permohononan warga Asahan di Malaysia yang pada pokoknya meminta bantuan Pemkab Asahan agar bisa kembali ke Kabupaten Asahan.
Terkait hal tersebut telah dilakukan langkah-langkah rapat Kooridnasi bersama OPD pada tanggal 6 Mei 2020 dengan hasil sebanyak 1.251 warga Asahan yang ingin dipulangkan dan Koordinasi lanjutan bersama OPD terkati pada tanggal 13 Mei 2020 dengan hasil sebanyak 184 warga Asahan yang dapat dipulangkan oleh Pemerintah Kabupaten Asahan yang mana rencana awal pemulangan akan dilaksanakan pada tanggal 20 Mei 2020 berdasarkan Surat Perintah Tugas Bupati Asahan Nomor 800/1652 tanggal 15 Mei 2020.
Pemulangan Pekerja Migran Indonesia (PMI) warga Kabupaten Asahan dari Malaysia oleh Pemerintah Kabupaten Asahan diperkirakan akan sangat membantu proses kepulangan para pekerja migran tersebut namun tidak menutup kemungkinan akan menimbulkan kekhawatiran masyarakat khususnya terhadap kesehatan para pekerja migran yang akan kembali ke Kabupaten Asahan yang kemungkinan terpapar Covid-19 dan dapat menyebar ke masyarakat.
Kejaksaan Negeri Asahan tetap berkoordinasi dengan instansi terkait dan tetap melakukan pemantauan terhadap perkembangan rencana pemulangan maupun proses pemulangan Pekerja Migran Indonesia (PMI) warga Kabupaten Asahan dari Malaysiakhususnya terkait kondisi kesehatan di Kabupaten Asahan khususnya para Pekerja Migran Indonesia (PMI) warga Kabupaten Asahan terkait penyebaran dan pencegahan Virus Corona (Covid 19).