Asahan-(13/02). Pada hari Selasa tanggal 13 Februari 2018 sekira Pukul 09.00 Wib Kejaksaan Negeri Asahan menyambangi salahsatu pondok Pesantren terbesar di Asahan yakni Pondok Pesantren Daar Al uluum Kisaran, dalam program Jaksa Masuk Pesantren.
Bertindak sebagai nara sumber Boby H. Halomoan Sirait, SH, MH (Kepala Seksi Intelijen Kejaksaan Negeri Asahan), Tengku Fitri Hanifa, SH, dengan materi penyuluhan tentang Undang Undang Republik Indonesia Nomor 11 Tahun 2008 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik serta serta Undang Undang Perlindungan Anak.
Acara dihadiri oleh perwakilan dari Kementerian Agama Kabupaten Asahan, Pimpinan Pesantren, para Ustadz Ustadzah Daar Al Uluum Kisaran, dan diikuti oleh para santriwan/santriwati Pesantren Daar Al Uluum Kisaran sebanyak lebih kurang 200 orang. Dalam penyampain materinya pesannya pesan yang ingin disampiakn kepada santiwan-santriwati agar dapat mengenal aturan main dan bijak dalam memanfaatkan kemajuan teknologi informasi berupa media sosial, yang saat ini sangat digemari oleh semua kalangan masyarakat. Selain memberikan manfaat juga dapat mengakibatkan pengguna media sosial berurusan dengan hukum.
CUPLIKAN VEDIO SELOGAN ” KAMI SANTRIWAN-SANTRIWATI BERLAKU SOPAN DI DUNIA MAYA”

Dalam sambutan yang disampaikan oleh perwakilan dari Kementerian Agama Kabupaten Asahan dan Pimpinan Pesantren Daar Al Uluum Kisaran menyampaikan rasa terima kasih kepada Tim Penyuluhan Hukum dari Kejaksaan Negeri Asahan karena telah memasukkan Pesantren Daar Al Uluum sebagai salah satu Pesantren yang dikunjungi oleh Tim Penyulah Hukum Jaksa Masuk Sekolah dimana kegiatan ini merupakan kegiatan pertama di Pesantren Modern Daar Al Uluum Kisaran dan berharap kegiatan ini dapat terus dilaksanakan, karena materi yang disampaikan akan menambah wawasan ilmu pengetahuan bagi santriwan.
Dalam mengikuti kegiatan tersebut para santriwan/santriwati Pesantren Daar Al Uluum Kisaran sangat antusias dan banyak memberikan pertanyaan seputar bahaya penggunaan media sosial dan cara menyikapi agar terhindar dari bahaya penggunaan media sosial, tentang hal-hal yang berkaitan dengan anak dan perlindungan serta perlakuan terhadap anak-anak yang berhadapan dengan hukum, bagaimana perlakuan terhadap anak berusia dibawah 8 (delapan) tahun yang melakukan tindak pidana, apa kontribusi negara dalam penanganan cyber crime dan cyber bullying di media sosial serta banyak lagi pertanyaan-pertanyaan diluar dari materi yang disampaikan seperti maraknya tindak pidana narkotika dan perjudian di masyarakat serta permasalahan yang dihadapi dalam kehidupan sehari-hari baik dalam lingkungan keluarga maupun lingkungan masyarakat serta hal-hal yang menyangkut Kejaksaan seperti tugas pokok dan fungsi Kejaksaan.
Kegiatan Jaksa Masuk Sekolah dapat terus dilaksanakan pada kesempatan berikutnya karena dapat mengenalkan kepada para pelajar tentang lembaga Kejaksaan sehingga dapat menimbulkan minat untuk menjadi Jaksa yang secara tidak langsung juga meningkatkan trust masyarakat kepada lembaga Kejaksaan serta sebagai langkah/upaya pencegahan terjadinya pelanggaran hukum yang bertujuan untuk terwujudnya generasi muda yang taat hukum dan apabila ada perkembangan Kejaksaan Negeri Asahan akan melaporkan secara berjenjang kepada pimpinan pada kesempatan pertama.