Asahan (14/12). Sejak Januari hingga Nopember 2017 Kejaksaan Negeri (Kejari) Asahan melalui Bidang Perdata dan Tata Usaha Negara (Datun) berhasil menyelamatkan uang negara sebesar Rp. 7,8 miliar, Hal tersebut disampaikan oleh Kajari Asahan H Robert H Hutagalung, SH, CN melalui Kasi Datun Khairur Rahman Nasution, SH, Senin (14/12) di kantor Kejaksaan Negeri Asahan.
“Saat ini sudah Rp 7.8 miliar uang negara yang berhasil diselamatkan, sebagian besar uang yang terselamatkan dari Dinas Koperasi Dan Perdagangan Rp. 103.320.622.72-, Badan Pengelola Pendapatan Daerah Rp. 11.470.521,- dan BPJS Ketenagakerjaan Cabang Kisaran Rp. 7.774.906.538 dengan total keseluruhan Rp. 7.889.607.681.72,-
Kasi Datun menilai, uang negara hingga aset dapat terselamatkan asalkan para pihak yakni pemerintah daerah bumn, bumd dan masyarakat bersinergi bersama sama dengan baik untuk penyelamatan atau pemulihan keuangan negara. Pihaknya dalam penanganan perkara Perdata Dan Tata Usaha Negara (datun) juga melakukan bimbingan dan pencegahan dengan cara sosialisasi dan mediasi untuk terhindar dari pelanggaran hukum. Tegasnya
Lebih lanjut Kajari Asahan menambahkan penyelamatan uang negara selain dari Bidang Perdata dan Tata Usaha Negara, di Bidang Intelijen melalui wadah TP4D Kejaksaan Negeri Asahan ikut melakukan pendampingan sebagai langkah pencegahan timbulnya kerugian Negara. Berdasarkan data yang diperoleh dari Bidang Intelijen dalam tahun 2017, TP4D telah mendampingi sebanyak 25 Organisasi Perangkat Daerah (OPD) dengan total keuangan negara sebesar Rp. 1.189.739.241.272,84,-. Disamping itu TP4D Kejari Asahan juga telah mendampingi 167 Kepala Desa dalam pengelolaan Dana Desa dengan total dana Desa sebesar Rp. 132.718.608.680,-. Tujuan pendampingan tersebut sebagai upaya pencegahan dari sisi penerapan hukum aturan-aturan baik dalam hal pengadaan barang dan jasa maupun aturan yang terkait, agar tidak timbul perbuatan korupsi yang akan merugikan keuangan negara.